Saya dilahirkan dari keluarga Kristen Protestan sederhana di kota pertambangan minyak yang katanya terbesar di Sumatera, tepatnya di Duri - Riau pada bulan Desember 1984. Ayah sudah meninggal tepatnya tanggal 17 Agustus 2009, beliau berasal dari Kec. Pinangsori - Sumatera Utara, dan seorang pensiunan dari salah satu perusahaan tambang di kota saya. Ibu saya berasal dari Kec. batang Toru - Sumatera Utara, dan hanyalah seorang ibu rumah tangga yang baik. Saya anak pertama dari 5 bersaudara dan kami semuanya laki - laki.
Masa kecil saya habiskan bersama teman - teman dan adik - adik saya di kota kelahiran saya. Tidak banyak yang saya ingat saat masa kecil saya, hanya ada beberapa memori yang paling berkesan dalam ingatan saya waktu saya dan teman - teman kecil saya pergi berenang bersama - sama di sungai waktu pulang sekolah atau sehabis dari pulang kebaktian di hari Minggu. Juga saya dulu gemar memelihara ikan cupang, kadang saya dan teman - teman pergi ke sungai hanya untuk menangkap ikan cupang itu. Dan satu lagi, saat saya di ajak ayah pergi berdua memancing ke danau buatan yang tidak begitu jauh dari rumah, naik sepeda. Saat itu hari hujan dan kami dapat ikan banyak sekali. Menjelang sore, kami pulang dan tiba - tiba sepeda yang kami pakai tergelincir dan membuat kami terjatuh karena jalanan licin. Untung kami tidak apa - apa, tapi ikan yang kami pancing sebagian besar lari karena masuk ke selokan dipinggir jalan. Kami hanya bisa tertawa saja dan melanjutkan perjalanan.... :)
Tamat sekolah dasar di SD Advent - Duri tahun 1997, kemudian saya melanjutkan ke sekolah SMP Santo Paulus Sidikalang - Sumatera Utara. Saya disana bersama keluarga, adik perempuan ayah saya yang seorang guru. Lulus SMP tahun 2000, kemudian saya melanjutkan sekolah ke SMK Negeri 2 Sidikalang jurusan Tekhnik Mesin.
Bulan September 2008, saya keluar dari PLN karena saya ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Januari 2009, saya diterima bekerja di PT. Telkomsel, lagi - lagi sebagai tenaga Outsourching. Disini saya juga banyak mendapatkan pengalaman berharga dan mendapatkan teman baru.
Bulan Juni 2009, hal yang tak diinginkan terjadi, saya mendapat kabar dari keluarga di Medan bahwa ayah saya sakit keras. Beliau memang tahun 2005 sudah terkena serangan stroke ringan, yang menyebabkan gangguan pada lidah, sehingga tidak dapat berbicara dengan jelas lagi. Saya pun harus pulang ke Sumatera untuk yang ke 3 kalinya. Tepatnya di saat hari kemerdekaan tiba tepat pukul 06:00, ayah saya kembali kehadapan Sang Penciptanya. Karena begitu lamanya saya tidak kembali ke Kalimantan untuk bekerja, otomatis saya dianggap mengundurkan diri. Akhirnya saya bertahan di Riau dan tidak kembali lagi ke Kalimantan, tidak sempat pamitan kepada semua teman disana, hanya permohonan maaf yang dapat saya sampaikan juga keikhlasannya atas apa yang selama ini telah kita lalui bersama, dan terima kasih yang sebesar - besarnya atas segalanya. I'll never forget you all, my friends...
Sekarang, saya hanyalah seorang pengacara, pengangguran banyak acara, dan belum menikah dan yang tidak mempunyai apa -apa... :)
Mudah - mudahan dengan nge blog, dapat memaksimalkan waktu luang saya disamping mencari informasi dan menunggu panggilan bekerja.